Hutan dan lahan berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan ternak. Sistem pangan memainkan peran penting karena melibatkan sistem sosial-ekologis yang kompleks. Namun, food estate, terutama di lahan gambut, saat ini menjadi subyek perdebatan multi-sektoral mengenai keberlanjutannya. Penelitian ini berfokus pada pencarian alternatif pengelolaan lahan yang dapat mengakomodasi kepentingan konservasi dan ekonomi sekaligus memberikan manfaat sosial secara adil dan berkelanjutan. Dengan menggunakan kawasan eks PLG sebagai wilayah kajian, analisis kandungan kebijakan ekstensifikasi lahan food estate dan implementasinya menunjukkan inkonsistensi 45% sehingga menimbulkan konflik horizontal antar masyarakat lokal. Dalam upaya menggali alternatif pengelolaan lahan yang dapat mengakomodasi kepentingan multi sektoral, ditemukan tujuh jenis tanaman yang dikembangkan oleh masyarakat lokal di wilayah eks PLG memiliki NPV>1 dan BCR>0, sedangkan pada analisis multidimensi Rap-Gambut, ketujuh jenis tanaman tersebut memiliki indeks keberlanjutan rata-rata yang cukup baik (50,01-75,00). Analisis leverage menginformasikan tiga variabel penting, yaitu intensitas kebakaran lahan, penyerapan tenaga kerja, dan intensitas konflik lahan. Berdasarkan empat skenario yang dikembangkan, skenario IV adalah yang paling layak secara finansial untuk dilaksanakan. Dengan demikian, mempertahankan fungsi kawasan dengan mengintegrasikan beragam komoditas lokal (skenario IV), serta mempertahankan fungsi kawasan dengan mengintegrasikan beragam komoditas lokal (skenario IV).
Copyrights © 2025