Program terapi metadon adalah program penanggulangan dampak buruk bagi pengguna napza suntik (Penasun). Program ini dilaksanakan dengan memberikan zat opioid sintetik yang memilki efek sama seperti heroin dengan cara di minum. Motivasi diperlukan untuk mendukung program terapi agar kontinyu dan tidak terjadi pemakaian narkoba berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan koefisien korelasi tingkat pengetahuan dengan tingkat motivasi penasun terhadap program terapi metadon. Rancangan penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat. Jumlah sampel 61 orang diambil dengan purposive random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden mayoritas laki-laki (93,4 %), umur rata-rata > 30 tahun (60,7 %), berpendidikan tinggi (72,1 %), bekerja informal (42,6 %), berpenghasilan rendah (54,6 %), tidak menggunakan narkoba kembali (86,9 %), tingkat pengetahuannya baik (67,2 %) dan tingkat motivasinya tinggi (60,7 %). Analisa hasil penelitian dengan uji Spearman’s rank menunjukkan ada hubungan korelasi tingkat pengetahuan dengan tingkat motivasi (p = 0,000 dan r = 0,586**), ada hubungan korelasi karakteristik tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan (p = 0,021 dan r = 0,295*), dan ada hubungan korelasi karakteristik tingkat pendidikan dengan tingkat motivasi (p = 0,000 dan r = 0,459**). Adanya tingkat pengetahuan yang baik tentang program terapi metadon dapat mendorong atau meningkatkan motivasi pengguna narkoba suntik untuk selalu datang dan mengikuti kegiatan layanan program terapi metadon. Kata kunci: Pengguna narkoba suntik, Program terapi metadon, Tingkat pengetahuan, Tingkat motivasi.
Copyrights © 2014