Majalah Kesehatan FKUB
Vol 1, No 4 (2014)

Perubahan Kecepatan Pertumbuhan Larva Lalat Chrysomya sp. pada Bangkai Tikus yang Mengandung Berbagai Kadar Morfin

Primahatmaja, Bayu (Unknown)
Sardjono, Teguh W (Unknown)
Lestari, Ngesti (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Apr 2016

Abstract

Penentuan waktu minimum sejak kematian dapat dilakukan dengan mengidentifikasi umur larva lalat pada jenazah. Pertumbuhan larva lalat dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk iklim, geografi, dan obat-obatan yang terkandung di tubuh jenazah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek berbagai dosis morfin terhadap pertumbuhan larva Chrysomya sp. Sampel penelitian adalah 4 ekor tikus (Rattus norvegicus) yang masing-masing diinjeksi dengan 5 mg, 10 mg, dan 20 mg morfin secara intraperitoneal serta 1 tikus sebagai kontrol. Dua jam kemudian keempat tikus dimatikan dengan cara membiusnya terlebih dulu dengan kloroform. Dinding perut tikus dibuka pada posisi terlentang dan organ dalamnya dibuka kemudian dimasukkan ke dalam kandang pertama yang berisi 120 ekor lalat Chrysomya sp. agar lalat meletakkan telurnya pada bangkai tikus tersebut. Setelah 12 jam bangkai tikus dikeluarkan dari kandang pertama dan dimasukkan ke dalam empat kandang lain yang terpisah. Lima larva diambil dari masing-masing perlakuan dan diukur panjang, keliling, dan berat tubuhnya setiap 12 jam, yaitu pagi (p) dan sore (s)  hingga menjadi pupa. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa panjang maksimum larva lalat pada bangkai tikus yang mengandung morfin 5 mg, 10 mg, 20 mg dan kontrol masing-masing dicapai pada H6p, H4s, H4s, dan H5p. Keliling maksimal dicapai pada H5p, H4s, H5p dan H5p, berat maksimal dicapai pada H5s, H4s, H4s dan H4s. Sementara larva lalat menjadi pupa pada H6s, H6p, H5p dan H6p. Pengaruh paling nyata didapat pada dosis 20 mg (ANOVA, p < 0,05), yang mempercepat proses larva menjadi pupa. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa laju pertumbuhan larva lalat Chrysomya sp. menjadi lebih cepat pada morfin dosis tinggi, sebaliknya akan timbul perlambatan pada morfin dosis rendah.Kata kunci : Larva Chrysomya sp., Morfin, PMI (post mortem inteval).

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

mkfkub

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology Public Health

Description

This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public ...