Sejarah pelaksanaan pemilihan umum di Indonesia yang mengganti sistem pemilihan proporsional daftar tertutup menjadi sistem proporsional daftar terbuka menunjukkan adanyaupaya untuk mencari sistem pemilihan umum yang cocok untuk Indonesia. Tetapi, perubahanitu tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap orang-orang yang berhasil masuk kelembaga legislatif, karena masih banyak anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan DewanPerwakilan Rakyat Daerah yang terjerat korupsi. Hal ini menandakan bahwa tidak adarelevansi antara sistem pemilihan umum yang digunakan dengan hasil yang dicapai. Sehinggadiperlukan upaya untuk memperbaiki hal tersebut dan inilah yang menjadi permasalahandalam tulisan ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian normatif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa penyebab tidak relevannya sistem pemilihan dengan orangorangyang dihasilkan adalah tidak berjalannya fungsi partai politik khususnya fungsirekrutmen. Hal ini sebenarnya dapat diatasi dengan memperkuat sistem rekrutmen di setiappartai politik. Jika fungsi rekrutmen partai politik dapat berjalan dengan baik, maka sistempemilihan apa pun yang akan digunakan tidak akan berpengaruh besar terhadap orang-orangyang masuk parlemen.
Copyrights © 2015