Perkembangan teknologi mengubah bisnis perusahaan dengan efisiensi digitalisasi, seperti PLN yang beralih ke aplikasi PLN Mobile untuk layanan listrik, aplikasi ini bertujuan untuk meningkatkan jangkauan konsumen dan menyediakan layanan terkait jaringan listrik, termasuk transaksi pra bayar dan pasca bayar. PLN berhasil menghilangkan kantor fisik di beberapa kota seperti Surabaya, namun kendala muncul di daerah pedesaan karena masalah jaringan internet dan sumber daya manusia. Penelitian ini menerapkan technology acceptance model (TAM) dengan mempertimbangkan kegunaan, kemudahan penggunaan, sikap pengguna, minat pengguna teknologi, dan sudut pandang pengguna. Hasil analisis TAM diharapkan mampu mengatasi kendala penerimaan teknologi PLN Mobile dan mendukung strategi untuk meningkatkan penggunaan aplikasi ini, memberikan manfaat efisiensi layanan listrik bagi konsumen, serta memperkuat pelayanan PLN kepada konsumen.
Copyrights © 2023