Jurnal Ar-Risalah
Vol. 4 No. 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2024

WANITA YANG HARAM DINIKAHI MENURUT AL-QUR’AN (Kajian Tafsīr Mauḍū‘ī)

Zuhri, Irtiyaah Imtiyaaz (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Jun 2024

Abstract

ABSTRACTThis reserach discusses women who are prohibited from marriage according to the Qur’an. It examines both the general concept of women who are prohibited from marriage and those specifically addressed in the Qur’an. The data for this qualitative research were obtained through library research using a thematic interpretation methodology (mauḍū‘ī). The researcher collected and identified Qur’anic verses regarding women who are prohibited from marriage. As stated in QS al-Nisā’/4:23, there are two types of prohibitions regarding women prohibited from marriage: permanent prohibition (maḥram mu’abbad) and temporary prohibition (maḥram mu’aqqat). This research finds that women who are prohibited from marriage fall into categories based on descent (nasab), breastfeeding (raḍā‘ah), marriage (muṣāharah), and legal consequences.The results of this research show that the general concept of women who are prohibited from marriage includes the definition of mahram and its classifications. Prohibited marriage relationships are clearly outlined in QS al-Nisā’/4:22-24 and QS al-Baqarah/2:221. Through analyzing these verses, this research identifies the prohibition of marrying a woman previously married by one's father, classifies prohibited women into three main categories (blood relations, breastfeeding, and marriage ties), and explains the prohibition of marrying married women and polytheist women. Based on these findings, there is a clear classification of women who are prohibited from marriage according to the Qur’an. This highlights the importance of understanding these marriage prohibitions within the community, ensuring that individuals conduct marriages in accordance with religious principles. ABSTRAKPenelitian ini membahas mengenai wanita yang haram dinikahi menurut al-Qur’an. Penelitian ini mengkaji konsep umum tentang wanita yang haram dinikahi dan wanita yang haram dinikahi menurut al-Qur’an. Data penelitian diperoleh dengan melakukan penelitian pustaka (library research) jenis kualitatif yang menggunakan metodologi tafsir tematik (mauḍū‘ī). Peneliti mengumpulkan dan mengidentifikasi ayat-ayat al-Qur’an tentang wanita yang haram dinikahi. Sebagaimana firman Allah swt. dalam QS al-Nisā’/4: 23 bahwa terdapat dua bentuk larangan tentang wanita yang haram dinikahi, yaitu larangan pernikahan untuk selamanya (maḥram mu’abbad) dan larangan pernikahan untuk sementara waktu (maḥram mu’aqqat). Dari penelitian ini akan diketahui bahwa wanita yang haram dinikahi disebabkan oleh keturunan (nasab), persusuan (raḍā‘ah), pernikahan (muṣāharah) dan akibat hukum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep umum tentang wanita yang haram dinikahi mencakup pengertian wanita yang haram dinikahi (mahram), dan klasifikasi mahram. Wanita yang haram dinikahi telah diatur dan dirincikan secara jelas dalam QS al-Nisā’/4: 22-24 dan QS al-Baqarah/2: 221. Dengan mengidentifikasi ayat-ayat tersebut, menunjukkan larangan menikahi wanita yang pernah dinikahi oleh ayah, mengelompokkan wanita yang haram dinikahi menjadi tiga golongan (hubungan nasab, persusuan, dan pernikahan), dan menjelaskan larangan menikahi wanita yang telah bersuami, serta larangan menikahi wanita musyrik. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat klasifikasi yang jelas terkait wanita yang haram dinikahi menurut al-Qur’an. Hal ini menunjukkan urgensi pemahaman bagi masyarakat mengenai larangan pernikahan dalam Islam, agar setiap individu dapat menjalankan pernikahan sesuai dengan ketentuan agama.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

arrisalah

Publisher

Subject

Religion Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Jurnal Ar-Risalah: published by Islamic Family law Postgraduate Program of Institut Agama Islam Negeri Bone since 2021. The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of Islamic Family Law, Islam and gender discourse, and legal drafting of Islamic Civil law. In the ...