AbstrakPenelitian ini adalah studi tentang kriterium kaya dalam zakat profesi pada Peraturan Daerah di Sulawesi Selatan. Kriterium kaya adalah tolok ukur kaya yang digunakan syara’ dalam menetapkan kewajiban zakat māl kepada muzakki. Akan halnya dengan zakat profesi sebagai salah satu bahagian dari zakat māl. Pokok permasalahan adalah bagaimana kriterium kaya dalam zakat Profesi, dengan sub pokok permasalahan penetapan kriterium kaya dalam zakat harta dan kriterium kaya sebagai pertimbangan syar’i dalam PERDA-PERDA zakat profesi di Sulawesi Selatan. Masalah ini dianalisis dengan menggunakan pendekatan teologis normatif dan pendekatan yuridis normatif, dengan pengolahan data kualitatif, serta analisis data berupa content analysis (analisis isi).Penetapan kriterium kaya dalam zakat harta (māl) merupakan ketetapan syara, hanya saja dalam istilah fikih dikenal dengan istilah ‘syarat wajib zakat’, yang pada dasarnya mewajibkan zakat hanya untuk orang-orang kaya. Ada tiga indikator yang dijadikan sebagai kriteria kaya, yaitu kelebihan dari kebutuhan dan bebas dari utang, harta yang produktif , serta niṣāb. Pengaturan zakat profesi dalam PERDA-PERDA zakat di Sulawesi Selatan, terdapat beberapa yang belum memenuhi kriterium kaya. Oleh karena itu, seharusnya kriterium kaya menjadi salah satu pertimbangan syar’i dalam menetapkan zakat profesi yang diatur di dalam PERDA zakat di Sulawesi Selatan. Kriterium kaya yang dimaksud adalah kesatuan niṣāb emas 20 miṡqāl dan dikeluarkan dari penghasilan bersih (netto), sehingga zakat yang dikeluarkan benar merupakan kelebihan dari kebutuhan pokok.Kata Kunci : Kriterium Kaya, Zakat Profesi, PERDA Abstrak: This thesis is the study of rich criteria in zakat profession in the local regulations in South Sulawesi. Rich criteria are the rich benchmarks used by syara’ in establishing the obligations of zakat māl to muzakki. As well as zakat profession which is part of zakat māl. The subject matter is how the rich criteria in zakat profession, with sub issues of determining the rich criteria in zakat māl and rich criteria as consideration syar’i in local regulations of zakat profession in South Sulawesi. This problem is analyzed using normative theological approach and normative juridical approach. With qualitative data processing and data analysis in the form of content analysis.The determination of the rich criteria in zakat māl is syara’ provision, only in terms of jurisprudence known as the mandatory requirement of zakat, which basically obliges zakat only to the rich. There are three things that serve as a rich criteria. Wich is the advantages of basic needs and free of debt, productive property, and achieve niṣāb.The rules of zakat profession in local regulations in South Sulawesi, there are some who have not met the rich criteria. Therefore, should the rich criteria become one of the considerations syar’i in establishing zakat profession that is regulated in local regulations in South Sulawesi. The rich criterion is the unity of niṣāb with 20 miṡqāl gold, and is paid from the net income. So that the paid zakat is the true advantage of the basic needs.Keyword : Rich Criteria, Zakat Profession, Local Regulations.
Copyrights © 2022