Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER

PENERAPAN PLACEMAKING PADA ANCOL BEACH CITY MALL MELALUI KONSEP DIVERSITY DAN CONNECTIVITY

Liem, Yohanes Raymond (Unknown)
Kasimun, Petrus Rudi (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Oct 2024

Abstract

Ancol Beach City Mall is a tourist area located in Taman Impian Jaya Ancol, North Jakarta. Until now, the Ancol area still maintains its identity as a tourist destination. A tourist attraction is a place that is very attractive to visitors, with natural, cultural, or historical values. However, there is currently a phenomenon about the decline in the attractiveness of Ancol Beach City Mall along with the development of modern architecture. The area has experienced a functional loss of identity and only capitalizes on selling views (movement over dwelling), and prioritizes vehicle access over pedestrian. This resulted in Ancol Beach City Mall losing the competition with other modern tourism.  The purpose of this topic is to conduct a placemaking design method with program changes at Ancol Beach City Mall in order to adapt to the latest developments, such as concert performance programs and exhibitions, so that it can be utilized effectively and still maintain its original purpose as one of the tourist destinations in Ancol. The writing method used in this research is a qualitative method, through the design concept of Diversity and Connectivity. By adjusting the program that is currently trending and to apply the design concept of Diversity and Connectivity as the new face of Ancol Beach City Mall can be a solution to revive Ancol tourist destinations. The novelty achieved in this research is a building that emphasizes flexibility of access and is environmentally friendly by having visual and contextual responses to the surrounding environment. Keywords: connectivity; diversity; entertainment; icon; placemaking Abstrak Ancol Beach City Mall merupakan kawasan wisata yang berlokasi di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Sampai saat ini, Kawasan Ancol masih mempertahankan identitas nya sebagai destinasi wisata. Daya tarik wisata merupakan suatu tempat yang sangat menarik bagi pengunjung, dengan memiliki nilai-nilai alam, budaya, atau sejarah. Namun, saat ini terdapat fenomena tentang menurunnya daya tarik Ancol Beach City Mall seiring dengan perkembangan arsitektur modern. Kawasan tersebut telah mengalami kehilangan jati diri secara fungsional dan hanya bermodal menjual pemandangan (movement over dwelling), serta mementingkan akses kendaraan dari pada pedestrian. Hal tersebut mengakibatkan Ancol Beach City Mall kalah dalam persaingan dengan wisata modern lainnya. Tujuan dari topik ini adalah untuk melakukan metode desain placemaking dengan perubahan program pada Ancol Beach City Mall agar dapat beradaptasi dengan perkembangan terkini, seperti program pertunjukan konser dan pameran, sehingga dapat dimanfaatkan dengan efektif dan tetap mempertahankan tujuan awalnya sebagai salah satu destinasi wisata di Ancol. Metode penulisan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, melalui konsep perancangan Diversity dan Connectivity. Dengan menyesuaikan program yang sedang tren pada saat ini dan untuk menerapkan konsep desain Diversity dan Connectivity sebagai wajah baru Ancol Beach City Mall dapat menjadi solusi untuk membangkitkan destinasi wisata Ancol. Kebaruan yang dicapai pada penelitian ini berupa bangunan yang mengedepankan fleksibilitas akses serta ramah lingkungan dengan memiliki visual dan respon yang kontekstual dengan lingkungan sekitar.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

jstupa

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Engineering Social Sciences

Description

Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur ...