Jurnal ini membahas peran pendidikan, khususnya pendidikan agama Islam, dalam mengembangkan kecerdasan spiritual peserta didik. Fokus utama adalah pada program Tahfidzul Qur'an, yang menjadi perhatian masyarakat luas. Pendidikan Islam diarahkan untuk membentuk individu dengan standar moral tinggi, atau akhlaqul karimah, sesuai ajaran agama Islam. Menghafal Al-Qur'an dianggap sebagai usaha mulia, sebagai ikhtiar untuk menjaga keaslian dan kemurnian ajaran Islam. Namun, ada tantangan dalam proses tahfidz, termasuk kurangnya motivasi peserta didik, hambatan internal dan eksternal, serta kurangnya dukungan orang tua. Penelitian ini dilakukan di SDI Ash Shiddiq Buduran Sidoarjo dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program tahfidz mengalami keberhasilan dan tantangan. Dukungan orang tua, manajemen yang efektif, dan kreativitas guru dalam menginspirasi peserta didik menjadi faktor penentu keberhasilan. Namun, beberapa hambatan, seperti kurangnya semangat peserta didik dan kurangnya kemampuan membaca Al-Qur'an, juga diidentifikasi. Upaya untuk mengatasi hambatan termasuk penyediaan instruktur pembimbing, peningkatan kerja sama dengan orang tua, dan penerapan metode kreatif dalam pembelajaran. Kata Kunci: Implementasi, Kurikulum 2013, Tahfidz
Copyrights © 2024