Penelitian ini bertujuan untuk mengkritisi bentuk-bentuk syirik dalam tradisi masyarakat Indonesia akibat akulturasi budaya lokal dengan ajaran Islam, dengan menggunakan kerangka pemikiran Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah. Esensi utama yang dibahas dalam penelitian ini adalah penguatan tauhid sebagai prinsip fundamental dalam Islam, serta bagaimana kesalahan dalam adaptasi budaya dapat menimbulkan praktik-praktik syirik yang tidak disadari oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menganalisis berbagai tradisi lokal yang mengandung unsur syirik meskipun telah beradaptasi dengan ajaran Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tradisi tersebut dilakukan dengan tujuan mengagungkan Allah dan menjaga solidaritas sosial, namun praktik pemberian sesajen atau doa melalui perantara menunjukkan adanya potensi syirik yang mengaburkan pemahaman kemurnian tauhid. Penelitian ini menyoroti pentingnya memperkuat tauhid dan menanamkan kesadaran akan potensi syirik dalam praktik-praktik peribadatan dan budaya lokal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami syirik yang terjadi tanpa disadari dan mendorong umat Islam untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan praktik-praktik keagamaan dan melestarikan tradisi demi menjaga kemurnian tauhid.
Copyrights © 2024