Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk-bentuk pelecehan seksual yang pernah dialami oleh cosplayer. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif fenomenologis untuk mamahami makna dari suatu peristiwa yang pernah dialami oleh individu. Teknik analisis data dilakukan dengan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk mengungkap lebih dalam terkait pengalaman individu. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi-terstruktur dengan subjek berjumlah tiga orang cosplayer yang merupakan anggota dari komunitas Ichiverse Project Surabaya. Uji kebsahan data dilakukan dengan member checking dan triangulasi sumber terhadap para asisten cosplayer. Penelitian ini menghasilkan 3 (tiga) tema utama, yaitu gambaran umum terkait cosplay, pengalaman pelecehan seksual, dan perubahan yang terjadi setelah mengalami pelecehan seksual. Penelitian ini menghasilkan bahwa bentuk-bentuk pelecehan seksual yang terjadi pada cosplayer cukup beragam, seperti objektifikasi seksual, sentuhan tanpa izin, diintai, permintaan foto dengan pose seksual, catcalling, hingga diskriminasi. Dari banyaknya pelecehan seksual yang telah dialami para partisipan menghasilkan beberapa respon sekaligus membentuk beberapa perubahan dalam diri mereka, seperti perubahan psikologis, meningkatnya keadaran diri serta menjadi lebih asertif terhadap perilaku yang tidak diinginkan.
Copyrights © 2024