AbstrakPenelitian ini mengeksplorasi potensi kisah Maryam dalam Al-Qur'an sebagai pendekatan psikoterapi berbasis spiritual untuk membantu ibu yang mengalami baby blues. Melalui pendekatan kualitatif dengan analisis naratif dan fenomenologis, penelitian ini mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dari kisah Maryam, seperti doa, dzikir, dan ketergantungan kepada Allah SWT, dengan wawasan psikologi modern. Data dikumpulkan melalui studi literatur, wawancara mendalam dengan ibu pasca-melahirkan, dan diskusi kelompok terarah (FGD) bersama pakar tafsir, psikologi, dan konseling agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual dalam kisah Maryam relevan untuk mengatasi tekanan emosional pasca-persalinan, seperti kecemasan, kesedihan, dan rasa terisolasi. Pendekatan multidisiplin yang menggabungkan tafsir Al-Qur'an dan praktik psikologi kontemporer menciptakan model terapi holistik yang tidak hanya mendukung pemulihan emosional tetapi juga memperkuat keseimbangan spiritual. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan terapi berbasis Al-Qur'an, menawarkan solusi yang relevan secara budaya untuk mendukung kesejahteraan ibu pasca-melahirkan. Temuan ini membuka peluang untuk penerapan nilai-nilai Qur’ani dalam terapi modern dan memberikan landasan bagi penelitian lanjutan di bidang kesehatan mental berbasis spiritual.Kata Kunci: Baby blues; Kisah Maryam; Psikoterapi berbasis spiritual; Kesejahteraan emosional; Nilai Qur’ani.
Copyrights © 2022