AbstrakTafsir Al-Quran terbagi menjadi dua bentuk penafsiran, yaitu penafsiran yang dapat diterima (baik) dan penafsiran yang ditolak (cacat). Dalam kajian tafsir, penafsiran yang diterima sering disebut dengan ashil, dan penafsiran yang ditolak disebut dengan dakhil. Ada dua jenis dakhil (penafsiran yang ditolak), yaitu dakhil al-naqli (penolakan dari aspek sejarah) dan dakhil al-ra’yi (penolakan dari aspek pemikiran). Penelitian ini bertujuan untuk melihat bentuk-bentuk dakhil al-naqli dalam kitab tafsir karya Abu Abdullah Muhammad Ibnu Ahmad al-Qurtubi yang diberi nama al-Jami' Li Ahkami al-Qur'an dalam ayat-ayat Al-Qur'an. yang menjelaskan kisah Nabi Adam A.S. Penelitian ini menggunakan metode sumber deskriptif analitis, jenis penelitian ini merupakan bagian dari penelitian kepustakaan. Sumber primer adalah kitab tafsir al-Jami' Li Ahkami al-Qur'an karya Abu Abdullah Muhammad Ibnu Ahmad al-Qurtubi dan sumber sekunder adalah jurnal, kitab klasik, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian ini. Penulis menemukan bentuk-bentuk dakhil al-naqli yaitu: dakhil al-naqli yang pertama terdapat pada tafsir QS al-Baqarah: 30; Dakhil al-aqli yang ketiga terdapat pada QS al-Baqarah ayat 36; Dakhil al-naqli yang keempat terdapat pada QS al-Baqarah ayat 35, surat al-Kahfi ayat 50; Bentuk dakhil al-naqli yang keenam, terdapat pada QS al-Baqarah ayat 31; Bentuk ketujuh dakhil al-naqli, ditemukan dalam QS al-Hijr ayat 26Kata Kunci : Dakhil, tafsir, al-Qurthubi
Copyrights © 2024