Dalam penelitian genom ragi S. cerevisiae, penentuan tipe mating berguna terutama dalam konstruksi mutan-mutan melalui metode persilangan. Kami menentukan tipe mating sel-sel strain hasil persilangan strain A dan strain B menggunakan strain tester SH682 yang memiliki tipe mating MATa dan strain tester SH683 yang memiliki tipe mating MATα. Hasil menunjukan dari 11 aski dengan 4 spora menghasilkan 2 spora MATα dan 2 spora MATα untuk setiap aski nya. Hal ini mengindikasikan bahwa penentuan tipe mating merupakan salah satu fenotip yang penting dalam teknik tetrad analisis sebagai metode konvensional dalam penelitian molekular ragi
Copyrights © 2010