Beasiswa merupakan bantuan dari pemerintah kepada pegawai negeri sipil diadakan setiap tahun untuk mengikuti beasiswa tugas belajar yang disponsorii oleh pemerintah dengan memiliki beberapa kriteria yaitu dari lama kerja,usia, prestasi, kinerja, pengetahuan , disiplin dan etika dengan setiap instansi mendapatkan kuota dari BKPSDM Sumba Barat untuk pengajuan ke pemerintah Kabupaten Sumba Barat. Untuk diadakan seleksi dan kendala yang terjadi adalah data yang dihasilkan tidak efisien untuk layak beasiswa dan tidak beasiswa tugas belajar sehingga membutuhkan waktu lama untuk seleksi dan membandingkan data kriteria satu dengan kriteria data yang lain karena masih menggunakan data manual Microsoft word dan excel , tujuan riset ini adalah analisa membandingkan metode SAW dan AHP untuk penentuan beasiswa tugaa belajar dengan dua metode yang digunakan untuk mencari nilai terbaik, pada hasil riset ini mendapatkan nilai perbedaan metode SAW dan AHP. Nilai akhir SAW adengan nilai tertinggi adalah 77 oleh Ariance Hana Dpa Ole,S,Kep,Ns sedangkan nilai bobot dan alternatif AHP oleh dr.Marlin Lili Soli Poro, Onceniant Suhartini Woli, Ririn Sumani Tamelab dengan nilai bobot yang sama sebesar 0,41
Copyrights © 2024