Perkembangan teknologi yang pesat telah membuat kehidupan manusia tidak dapat terlepas dariĀ media sosial yang merupakan komponen penting, terutama bagi remaja yang aktif menggunakannya. Remaja sering membagikan aktivitas sehari-hari di media sosial dan cenderung merasa senang jika unggahannya mendapat perhatian berupa like atau komentar positif. Sebaliknya, mereka mungkin merasa kurang percaya diri bila tidak mendapat perhatian. Berdasarkan teori Maslow, pemenuhan kebutuhan martabat seseorang mendorong mereka untuk mengejar aktualisasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dan peran diri pada remaja pengguna media sosial. Menggunakan metode survei korelasional dengan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara harga diri dan peran diri, dengan nilai korelasi yang kuat (r = 0,676 > 0,5) dan signifikan (p < 0,001 < 0,05), yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Uji deskriptif mengungkapkan bahwa rata-rata tingkat harga diri remaja pengguna media sosial adalah 74,462 (kategori tinggi, dengan nilai maksimal 94), dan rata-rata tingkat peran diri sebesar 28,839 (kategori tinggi, dengan nilai maksimal 39). Hasil yang ditunjukkan berupa semakin tinggi harga diri remaja, semakin tinggi pula peran diri mereka dalam penggunaan media sosial
Copyrights © 2025