Tindakan pencegahan risiko jatuh merupakan tatalaksana yang dilakukan perawat untuk mencegah dan mengurangi risiko jatuh pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan tindakan pencegahan risiko jatuh. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasi yang diambil yaitu seluruh perawat yang ada di bangsal penyakit dalam sebanyak 50 perawat. Sampel yang digunakan menggunakan teknik total sampling sejumlah 50 perawat. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang sebelumnya sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat. Analisis univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia, masa kerja, pengetahuan dan sikap dengan pelaksanaan tindakan pencegahan risiko jatuh dengan p value : usia 0.000, masa kerja 0.000, pengetahuan 0.000, dan sikap 0.000. Tidak ada hubungan antara pendidikan dengan pelaksanaan tindakan pencegahan risiko jatuh dengan p value 0.506. Kesimpulan ada hubungan antara usia, masa kerja, pengetahuan dan sikap dengan pelaksanaan tindakan pencegahan risiko jatuh. Tidak ada hubungan pendidikan dengan pelaksanaan tindakan pencegahan risiko jatuh. Saran diperlukan adanya faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan perawat dalam melaksanakan pencegahan risiko jatuh seperti kepemimpinan, supervisi, budaya organisasi dan imbalan.
Copyrights © 2018