Pasien dengan HIV/AIDS selalu menunjukkan gejala depresi bahkan terdapat pasien yang selalu mengeluhkan dikucilkan masyarakat dan ingin mengakhiri hidupnya. Berawal dari stres yang tidak diatasi, maka seseorang dapat jatuh ke fase depresi. Orang yang mengalami depresi umumnya mengalami gangguan yang meliputi keadaan emosi, motivasi, fungsional dan gerakan tingkah laku serta kognisi. Dengan adanya dukungan maka meningkatkan konsep diri pasien HIV. Seseorang yang konsep dirinya merasa tinggi dari orang lain biasanya mempunyai harga diri yang tinggi pula, demikian sebaliknya seseorang yang merasa konsep dirinya rendah cenderung mengalami harga diri rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan konsep diri dengan tingkat depresi pasien HIV di RSU dr. R Soetrasno Rembang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode deskripsi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 119 responden dengan menggunakan tehnik pusposive sampling. Hasil penelitian berdasarkan konsep diri diperoleh sebagian besar responden mempunyai konsep diri baik sebanyak 69 (58,0%) dan berdasarkan tingkat depresi diperoleh sebagian besar responden mempunyai depresi berat sebanyak 53 (44,6%). Hasil uji analisis rank spearman didapatkan nilai r hitung sebesar 0,555 (cukup kuat) dan ? value 0,000 kurang dari 0,05. Hasil diatas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang cukup kuat konsep diri dengan tingkat depresi pasien HIV di RSUD dr. R Soetrasno Rembang.Kata Kunci : Konsep diri, Depresi, HIV
Copyrights © 2022