Desa Sekarkare di Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu sentra produksi bawang merah di Jawa Timur. Namun, proses pengeringan bawang merah di desa ini masih banyak dilakukan secara tradisional, sehingga sangat bergantung pada kondisi cuaca dan rentan terhadap kontaminasi oleh debu serta mikroorganisme. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya efisiensi pengeringan, terutama saat musim hujan atau ketika sinar matahari tidak optimal. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan pelatihan kepada petani dan pelaku usaha bawang merah mengenai penggunaan mesin pengering bawang otomatis. Kegiatan pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis petani dalam mengoperasikan dan merawat alat pengering, sehingga mereka dapat mengeringkan bawang secara lebih efisien, higienis, dan tepat waktu. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa penggunaan mesin pengering otomatis sangat membantu masyarakat desa dalam menjaga kualitas bawang merah, mengurangi risiko pembusukan, dan meningkatkan daya jual produk, terutama saat musim hujan. Dengan demikian, teknologi ini memberikan solusi nyata terhadap permasalahan pascapanen dan mendukung peningkatan produktivitas petani di Desa Sekarkare.
Copyrights © 2025