Kualitas udara dalam ruangan yang buruk dapat berdampak serius pada kesehatan dan kenyamanan penghuni. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem monitoring kualitas udara berbasis IoT menggunakan sensor MQ-135 dan DHT22 yang mampu memberikan data real-time dan notifikasi melalui bot Telegram. Metode yang digunakan adalah model pengembangan Waterfall dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengkodean, perakitan perangkat keras, dan pengujian sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini dapat memantau kondisi udara secara akurat, memberikan notifikasi "baik" atau "buruk" berdasarkan data dari sensor, serta memudahkan pengguna memantau kualitas udara melalui Telegram. Data real-time meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas udara dalam ruangan, sekaligus menawarkan solusi berbasis teknologi yang efisien dan terjangkau. Penelitian ini berimplikasi pada penerapan IoT untuk mendukung pengelolaan kualitas udara yang lebih baik di berbagai lingkungan.
Copyrights © 2024