Artikel ini membahas tentang rekonstruksi pembelajaran pendidikan bahasa Indonesia di era Society 5.0, adanya perubahan besar dalam teknologi dan cara komunikasi, khususnya dalam konteks digital, pendidikan bahasa Indonesia perlu disesuaikan untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh kemajuan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi tantangan, peluang, dan strategi dalam rekonstruksi pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan komunikasi siswa di dunia maya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode study kasus melalui Teknik pengumpulan data dengan teknik rekam, catat, dan sadap, serta observasi pembelajaran di beberapa sekolah yang menerapkan teknologi dalam pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa tantangan utama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di era Society 5.0, seperti penggunaan bahasa yang tidak baku di media sosial, kesenjangan keterampilan digital di kalangan guru dan siswa, serta kurangnya kurikulum yang mengintegrasikan teknologi secara efektif. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat membuka peluang untuk meningkatkan keterampilan literasi digital siswa, mempermudah akses pembelajaran Bahasa Indonesia, serta mendorong kreativitas dalam berkomunikasi melalui platform digital. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan pentingnya pelatihan teknologi bagi guru Bahasa Indonesia, pengembangan kurikulum yang lebih adaptif terhadap perkembangan digital, dan peningkatan keterampilan literasi digital siswa agar pembelajaran Bahasa Indonesia tetap relevan di era Society 5.0.
Copyrights © 2025