Agama Kristen menampilkan kearogansian dan superioritas terhadap kebudayaan penyembahan roh nenek moyang di tanah Batak. Hal ini menyebabkan pertarungan dan pergulatan antara agama dan budaya, selain itu ruang publik menjadi tempat untuk saling melakukan penetrasi. Pendekatan pendidikan Agama Kristen menawarkan pendekatan yang lebih ramah sehingga agama Kristen bisa lebih menunjukan sikap kolaboratif dan reseptif karena mengedepankan karakter, moralitas, kebangsaan dan multikulturalisme. Sebagai akibatnya,pendidikan agama Kristen bersikap antroposentris, memusatkan perhatian pada nilai-nilai luhur manusia dan tidak mempersalahkan kebudayaan dengan ketentuan dokmatika agama.
Copyrights © 2021