Batik Keraton Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu warisan budaya yang mengandalkan kualitas visual warna untuk mempertahankan nilai estetikanya. Perbedaan karakteristik zat warna sintetis seperti naftol dan indigosol dapat mempengaruhi tampilan batik secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tampilan visual warna biru yang dihasilkan oleh zat warna naftol dan indigosol. Metode penelitian meliputi observasi, eksperimen, kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif, studi literatur, serta wawancara dengan pengrajin batik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zat warna naftol menghasilkan warna biru yang lebih tua dengan reflektansi antara 4,23%–6,06%, sedangkan indigosol menghasilkan warna biru yang lebih terang dengan reflektansi antara 29,31%–32,49%. Uji daya tahan luntur terhadap pencucian menunjukkan kedua zat warna memiliki ketahanan warna yang baik dengan nilai 4–5 pada grey scale. Kesimpulannya, pemilihan jenis zat warna yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas visual batik dan memenuhi preferensi konsumen terhadap variasi warna biru. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pengrajin batik dalam mengembangkan produk yang lebih inovatif dan kompetitif.
Copyrights © 2025