Latar belakang : Skabies merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh invasi parasit Sarcoptes scabiei var. Hominis. Gejala skabies meliputi timbulnya lesi dan gatal-gatal. Skabies dapat menimbulkan berbagai komplikasi contohnya infeksi sekunder bakteri Group A Streptococci (GAS). Prevalensi skabies di Indonesia mencapai angka 5,60-12,95% pada tahun 2008 dan diprediksi akan semakin meningkat. Faktor resiko skabies meliputi kebersihan dibawah standar, kelembaban, dan kurangnya pengetahuan. Hal-hal tersebut menyebabkan para santri di pondok pesantren rentan terkena Skabies. Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk menilai efek edukasi lisan terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan gaya hidup santri di pondok pesantren Daarul Quran. Penelitian ini juga berfungsi untuk menilai efek pelatihan kebiasaan higienis dan pengobatan terhadap tingkat kesembuhan.Sampel : Total subjek adalah 63 santri berusia 13-15 tahun yang terbagi dalam 3 kelas.Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experimental dengan one group pretest posttest design.Hasil : Nilai terendah pretest adalah 0 sementara nilai tertinggi pretest adalah 85. Rata-rata nilai pretest adalah 58,7. Nilai terendah posttest dengan soal yang sama adalah 40 sedangkan nilai tertinggi posttest adalah 100. Rata-rata nilai posttest adalah 90,8. Terdapat kenaikan nilai dari pretest ke posttest setelah edukasi lisan. Jumlah kamar yang berantakan berkurang dari 6 menjadi 2 kamar setelah perlakuan.Kesimpulan : Kemampuan kognitif santri meningkat dan terdapat perubahan gaya hidup.
Copyrights © 2018