Zahra Dzakiyatin Nisa
Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PRO EMPATIK (Program Eradikasi Masal Skabies) Pada Pondok Pesantren Daarul Quran Surakarta Muh Nazir Lathif; Fauziah Nurul Laili; Muhammad Daffa Ardiawan; Sha Lisa Indriyani; Zahra Dzakiyatin Nisa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Skabies merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh invasi parasit Sarcoptes scabiei var. Hominis. Gejala skabies meliputi timbulnya lesi dan gatal-gatal. Skabies dapat menimbulkan berbagai komplikasi contohnya infeksi sekunder bakteri Group A Streptococci (GAS). Prevalensi skabies di Indonesia mencapai angka 5,60-12,95% pada tahun 2008 dan diprediksi akan semakin meningkat. Faktor resiko skabies meliputi kebersihan dibawah standar, kelembaban, dan kurangnya pengetahuan. Hal-hal tersebut menyebabkan para santri di pondok pesantren rentan terkena Skabies. Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk menilai efek edukasi lisan terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan gaya hidup santri di pondok pesantren Daarul Quran. Penelitian ini juga berfungsi untuk menilai efek pelatihan kebiasaan higienis dan pengobatan terhadap tingkat kesembuhan.Sampel : Total subjek adalah 63 santri berusia 13-15 tahun yang terbagi dalam 3 kelas.Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experimental dengan one group pretest posttest design.Hasil : Nilai terendah pretest adalah 0 sementara nilai tertinggi pretest adalah 85. Rata-rata nilai pretest adalah 58,7. Nilai terendah posttest dengan soal yang sama adalah 40 sedangkan nilai tertinggi posttest adalah 100. Rata-rata nilai posttest adalah 90,8. Terdapat kenaikan nilai dari pretest ke posttest setelah edukasi lisan. Jumlah kamar yang berantakan berkurang dari 6 menjadi 2 kamar setelah perlakuan.Kesimpulan : Kemampuan kognitif santri meningkat dan terdapat perubahan gaya hidup.