Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor-sektor unggulan yang memiliki kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Sarolangun, serta mengevaluasi peran pengeluaran pemerintah daerah dalam mendukung sektor-sektor tersebut. Kabupaten Sarolangun, sebagai wilayah dengan dominasi sektor primer dan potensi sumber daya alam yang besar, menghadapi tantangan dalam optimalisasi penyerapan tenaga kerja yang berkelanjutan. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan komparatif, penelitian ini mengkaji data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan distribusi tenaga kerja dari tahun 2000 hingga 2011. Analisis kualitatif juga dilakukan melalui studi dokumentasi dan wawancara mendalam untuk memperoleh pemahaman kontekstual terkait dinamika sektor unggulan dan kebijakan pengeluaran pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian tetap menjadi kontributor utama dalam penyerapan tenaga kerja, meskipun persentasenya menurun dari 51,59% pada tahun 2000 menjadi 44,11% pada 2011. Sektor-sektor lain yang menunjukkan pertumbuhan signifikan adalah pertambangan, jasa, dan pengangkutan. Pertumbuhan rata-rata penyerapan tenaga kerja selama periode tersebut tercatat sebesar 12,36%. Di sisi lain, alokasi pengeluaran pemerintah daerah belum sepenuhnya terarah pada sektor-sektor penyerap tenaga kerja, sehingga diperlukan perencanaan pembangunan yang lebih terintegrasi. Penelitian ini menyarankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal daerah dan pengembangan sektor-sektor unggulan guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Pemerintah daerah perlu memprioritaskan investasi pada sektor-sektor yang memiliki multiplier effect tinggi terhadap penciptaan lapangan kerja. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi penyusunan kebijakan pembangunan yang berbasis data dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Copyrights © 2017