Perkembangan wisata saat ini mendukung peningkatan sebuah apresiasi terhadap kuliner di Indonesia. Kuliner di Indonesia berkembang begitu pesat sehingga menjadi salah satu daya tarik bagi para turis baik lokal maupun internasional. Namun, pengelolaan wisata kuliner harus memperhatikan tingkat daya saing baik berupa sumber daya manusia, produk, ataupun teknik pemasaran. Menu pada sebuah restoran merupakan salah satu daya tarik buat para konsumen termasuk dalam penamaannya. Salah satu yang sering ditemui adalah penggunaan bahasa Inggris dalam teknik pemasaran produk adalah penamaan restoran, kedai kopi, atau warung. Penggunaan bahasa Inggris juga dapat ditemui dalam daftar menu makanan atau minuman disebuah restoran ataupun kafe seperti fried chicken yang seharusnya ditulis sebagai Ayam Goreng. Penggunaan istilah bahasa Inggris tersebut tidak hanya dijumpai di restoran asing tetapi juga restoran lokal di Indonesia. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk menginvestiasi bagaimana persepsi konsumen terhadap makanan dan minuman yang dinamai dengan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Disamping itu, penelitian ini juga melakukan survei terhadap 15 responden untuk mencari seberapa banyak keinginan untuk membeli sebuah produk kuliner jika ditulis dengan bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan online kuesioner kepada 15 responden. Hasil menunjukkan bahwasanya para anak muda Indonesia menyukai penaaman dalam bahasa Inggris karena dianggap sebagai sebuah kedudukan yang tinggi dan status sosial yang tinggi.
Copyrights © 2023