Proses pengeringan kulit sapi merupakan langkah penting dalam pembuatan produk kerupuk kulit, terutama di Sumatera Barat. Pengeringan tradisional menggunakan sinar matahari memakan waktu lama, bergantung pada cuaca, dan membutuhkan pengawasan intensif. Sementara itu, metode pengeringan dengan oven atau heater memerlukan konsumsi energi yang besar dan kurang ramah lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pengering kulit sapi otomatis berbasis mikrokontroler ESP32 yang dapat menyesuaikan metode pengeringan sesuai kondisi cuaca. Sistem ini dilengkapi dengan sensor BH1750 untuk mendeteksi intensitas cahaya, sensor hujan untuk mendeteksi keberadaan air hujan, dan sensor DHT22 untuk memantau suhu serta kelembapan di dalam kotak pengering. Selain itu, sensor load cell digunakan untuk mengukur berat kulit sapi secara berkala hingga mencapai tingkat kekeringan yang diinginkan. Sistem dirancang untuk melakukan pengeringan menggunakan sinar matahari pada kondisi cuaca cerah, dan beralih ke metode pengeringan dengan heater ketika cuaca buruk. Pengendalian suhu dan kelembapan pada mode pengeringan dengan heater dilakukan menggunakan logika fuzzy untuk mengatur kipas dan heater secara efisien. Notifikasi real-time mengenai kondisi kulit sapi, suhu, kelembapan, dan beratnya dikirimkan kepada pengguna melalui bot Telegram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini dapat beroperasi secara otomatis sesuai dengan kondisi lingkungan, meminimalkan konsumsi energi, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pengeringan.
Copyrights © 2025