Latar belakang: Permasalahan komplek yang dialami orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di rumah sakit jiwa adalah Masalah Sosial, Readmision, RBD tinggi, Usia > 65 th, Usia < 15 th, > 21 hari, Perkiraan biaya tinggi, 1 rumah > 3 ODGJ, Resti complain, Kontinuitas ke Faskes, 1 Pasien 3 DPJP, pasien lari. Tujuan: Menggambarkan permasalahan komplek pada ODGJ pasca rawat inap. Metode: Penelitian kuatitaif deskriptif dengan menggunakan metode survey. Populasi 1052 ODGJ yang mengalami permasalahan komplek pasca rawat inap. Teknik sampling adalah total sampling. Instumen yang digunakan ceklist dengan data skunder dari tahun 2021 - 2023. Analisa data dalam bentuk distribusi Frekuensi. Hasil: Pasien ODGJ yang memiliki permasalahan komplek pasca rawat inap selama tahun 2021 - 2023 yang paling tinggi adalah Permasalahan sosial sejumlah 373 ODGJ. Adapun permasalahan sosial yang dihadapi ODGJ terdiri dari tidak diterima lagi oleh keluarga (46%), tidak diterima masyarakat (20%), pasien terlantar 15%), hidup sendiri 16%), tidak memiliki penjamin (3%). Kesimpulan: Dengan Permasalahan komplek pada ODGJ ini maka peran Perawat Manajer Pelayanan Pasien (MPP) perlu ditingkatkan dalam berkoordinasi antara Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, Perangkat Desa dengan keluarga ODGJ sehingga kontinuitas layanan dapat berkesinambungan.
Copyrights © 2025