Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Tipologi Kecamatan di Kota Palu Berdasarkan Karakteristik Demografi dan Ketersediaan Fasilitas Pelayanan Dasar Menggunakan Algoritma K-Means Clustering: Typology of Sub-districts in Palu Based on Demographic Characteristics and Availability of Basic Service Facilities Using the K-Means Clustering Algorithm Rasdiana; Yan Radhinal; Hadid, Adina Khusnudzan; Tri Wahyuningsih; Nini Rahayu Nur
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9267

Abstract

Penelitian ini menganalisis tipologi kecamatan di Kota Palu berdasarkan karakteristik demografi dan ketersediaan fasilitas pelayanan dasar dengan menggunakan algoritma K-Means Clustering. Perubahan struktur ruang pascabencana 2018 memunculkan ketimpangan distribusi layanan publik, sehingga diperlukan pendekatan berbasis data untuk mengidentifikasi kebutuhan masing-masing wilayah. Data sekunder dari BPS mencakup delapan kecamatan dengan empat variabel utama, yaitu kepadatan penduduk, rasio fasilitas pendidikan, kesehatan, dan peribadatan. Setelah proses normalisasi dan penentuan jumlah klaster optimal menggunakan Elbow Method, diperoleh tiga klaster. Klaster 1 terdiri dari lima kecamatan dengan defisit konsisten pada layanan pendidikan; Klaster 0 mencakup wilayah berpenduduk jarang yang menunjukkan fenomena rasio semu; sedangkan Klaster 2, yakni Palu Timur, merepresentasikan pusat kota padat dengan konsentrasi fasilitas peribadatan tertinggi. Hasil penelitian menegaskan perlunya kebijakan spasial yang diferensial sesuai karakteristik masing-masing klaster.
Transformasi Antagonisme dalam Konflik Agraria Uraso melalui Aktivisme dan Reforma Agraria: The Transformation of Antagonism in the Uraso Agrarian Conflict through Activism and Land Reform Tri Wahyuningsih; Rasdiana; Azizah Putri Abdi; Yan Radhinal
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9363

Abstract

enelitian ini berfokus pada konflik agraria antara masyarakat Desa Uraso dan PTPN XIV dengan tiga aspek utama: 1) terbentuknya antagonisme dalam konflik penguasaan lahan, 2) bentuk dan peran aktivisme politik serta lingkungan oleh masyarakat Uraso, dan 3) Reforma Agraria sebagai kerangka kebijakan yang melegitimasi aktivisme sekaligus mengelola antagonisme dalam pengelolaan sumber daya lahan. Studi ini menggunakan metode survei lapangan, wawancara dengan masyarakat Uraso, dan studi dokumen pendukung seperti Laporan Penyelenggaraan Reforma Agraria Kabupaten Luwu Utara Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengketa lahan yang berlangsung lama menciptakan ketegangan sosial yang terus-menerus, yang diatasi masyarakat Uraso melalui aktivisme kolektif, seperti pendudukan lahan/reklaming, mobilisasi komunitas, pemetaan partisipatif, dan advokasi, berperan penting dalam memperkuat klaim masyarakat dan memengaruhi tata kelola sumber daya agraria. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi kerangka antagonisme dan konsep agonisme Mouffe dalam analisis konflik agraria, menekankan bagaimana konflik dapat ditransformasikan menjadi lebih konstruktif melalui mekanisme informal, seperti pemetaan partisipatif, maupun mekanisme formal, yaitu Reforma Agraria. Studi ini memperlihatkan bahwa reforma agraria tidak hanya sebagai kebijakan redistribusi lahan yang lebih adil dan menekankan akses sumber daya yang merata, tetapi juga sebagai instrumen politik yang memperkuat legitimasi aktivisme masyarakat dalam konteks penyelesaian konflik agraria.
Kesiapan Infrastruktur Agropolitanisasi dan Dualitas Desa–Kota: Studi Kasus Desa Bora, Kabupaten Sigi: Agropolitanisation Infrastructure Readiness and Rural–Urban Duality: A Case Study of Bora Village, Sigi Regency Basri, Iwan Setiawan; Halim, Muhammad Adhim; Tri Wahyuningsih; Rasdiana A; Wafiqh Zalzabilah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9507

Abstract

Penelitian ini menilai kesiapan infrastruktur agropolitanisasi di Desa Bora, Kabupaten Sigi, dan dualisme desa–kota beserta implikasinya terhadap posisi spasial kawasan dalam sistem wilayah dengan kerangka Central Place Theory (CPT) and Urban–Rural Linkages (URL). Pendekatan evaluatif–deskriptif digunakan dengan skoring Likert 1–5 untuk menyusun Indeks Kesiapan Infrastruktur (IKI) per klaster dan indeks gabungan (tak berbobot). Data (2025) dihimpun melalui observasi, wawancara, dan telaah RTRW/RDTR. Hasil menunjukkan ketimpangan: hulu 2,40, on-farm 2,65, hilir 1,40, sosial–ekonomi 3,45, TIK 2,00, Indeks Gabungan 2,38 (“Tidak Siap”). Dalam bingkai penelitian ini, Bora diposisikan sebagai pusat orde menengah (PKL) yang mengonsolidasikan produksi hinterland dan menyalurkannya ke layanan orde lebih tinggi di Palu. Implikasi penataan perlu selaras dengan RTRW/RDTR dan perlindungan LP2B, agenda operasional pra-CBA meliputi penguatan hulu, pengelolaan air dan mekanisasi on-farm, hilirisasi (UPH/packhouse, gudang, cold storage, market center), penguatan kelembagaan, dan digitalisasi koridor produksi. Keterbatasan studi mencakup tanpa verifikasi citra satelit dan tanpa analisis biaya–manfaat. Riset lanjutan disarankan untuk pemantauan IKI periodik dan integrasi data spasial guna mendukung perencanaan presisi. Studi ini memberikan kerangka indeks kesiapan infrastruktur yang dapat diadaptasi untuk evaluasi agropolitanisasi di wilayah peri-urban lain di Indonesia.
Tinjauan Literatur Sistem Peringatan Fase Hijau: Efisiensi dan Keselamatan pada Simpang Bersinyal Ratnasari Ramlan; Jurair Patunrangi; Ismadarni; Rizki Amaliah; Tri Wahyuningsih
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 4 (2025): Paulus Civil Engineering Journal, Vol.7, No.4
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/x80hc005

Abstract

Signalized intersections are critical components of urban traffic systems. However, inefficiencies caused by start-up lost time (SULT) and increased accident risks remain major challenges. Green Phase Warning Systems (GPWS) have emerged as an Intelligent Transportation System (ITS) innovation to reduce SULT and improve traffic safety. This paper presents a literature review of GPWS research published from 2010 to 2025. Findings show that GPWS reduces driver reaction time by 15–25%, increases intersection throughput up to 20%, and decreases rear-end collision risks. However, its effectiveness in heterogeneous traffic contexts, particularly in Indonesia where motorcycles dominate, remains limited. Future studies should focus on adaptive GPWS designs tailored for mixed traffic and explore policy frameworks supporting large-scale adoption.
Pengungkapan Environtment, Social, and Governance, Capital Intensity, dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Agresivitas Pajak Tri Wahyuningsih; Nera Marinda Machdar
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the influence of ESG disclosure, capital intensity, and managerial ownership on tax aggressiveness, considering tax governance as a moderating factor. The independent variables in this study include ESG, capital intensity, and managerial ownership, while tax aggressiveness is measured using the Effective Tax Rate (ETR). Tax governance is measured using the Tax Governance Index (TGI). This study uses a quantitative method with an associative approach and purposive sampling technique, resulting in 17 companies as samples. Data were analyzed using multiple linear regression and a moderation test with the help of Eviews software. This study is expected to contribute to the development of tax literature and provide a deeper understanding of the role of tax governance in strengthening or weakening the relationship between the studied variables and tax aggressiveness. Keywords: ESG, capital intensity, managerial ownership, tax aggressiveness, tax governance.   Abstrak Artikel ini membahas pengaruh pengungkapan ESG, capital intensity, dan kepemilikan manajerial terhadap agresivitas pajak, dengan mempertimbangkan tata Kelola pajak sebagai faktor moderasi. Variabel independen dalam penelitian ini mencakup ESG, intensitas modal, dan kepemilikan manajerial, sedangkan agresivitas pajak diukur menggunakan Effective Tax Rate (ETR). Tata kelola pajak diukur melalui Tax Governance Index (TGI). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif serta teknik purposive sampling, dan menghasilkan 17 perusahaan sebagai sampel. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda serta uji moderasi dengan bantuan software Eviews. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur perpajakan serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait peran tata kelola pajak dalam memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel-variabel yang diteliti terhadap agresivitas pajak. Kata kunci: ESG, capital intensity, kepemilikan manajerial, agresivitas pajak, tata kelola pajak.
Analisis Pengambilan Keputusan dalam Kendala di UMKM Pabrik Tahu Sumedang Alya Karawang Karlina Putri; Tri Wahyuningsih; Siti Arpah; Puput Purnama Sari; Ujang Suherman
Indonesia Economic Journal Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/vctgzk91

Abstract

UMKM memiliki peran krusial bagi ekonomi, namun sering kali terhambat oleh proses pengambilan keputusan yang masih tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk membedah bagaimana proses pengambilan keputusan dilakukan di Pabrik Tahu Sumedang Alya, Karawang, dalam menghadapi berbagai kendala operasional. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan explanatory survey, penelitian ini menggali data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi pada Desember 2025. Hasil studi menunjukkan bahwa pemilik usaha cenderung menggunakan gaya pengambilan keputusan yang intuitif dan konservatif, terutama karena keterbatasan akses informasi dan modal. Kendala utama ditemukan pada empat aspek: pengelolaan SDM yang masih bersifat kekeluargaan sehingga kurang disiplin, manajemen modal yang belum terpisah dari keuangan pribadi, ketergantungan tinggi pada harga bahan baku kedelai, serta strategi pemasaran yang masih konvensional (mulut ke mulut). Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun keputusan intuitif mampu menjaga bisnis tetap bertahan, diperlukan transisi menuju gaya pengambilan keputusan berbasis data dan digitalisasi. Rekomendasi utama mencakup perbaikan pencatatan keuangan, penguatan relasi pemasok, dan pemanfaatan pemasaran digital untuk memastikan keberlanjutan usaha di tengah persaingan pasar modern.