Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pelemahan Ruang Hidup Masyarakat Lokal Di Destinasi Wisata Gili Trawangan Abdurrahman, Hadi; Wahyuningsih, Tri; Abdi, Azizah Putri; Halim, Muhammad Adhim
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v3i2.37

Abstract

Salah satu kawasan yang berkembang dan sudah menjadi tujuan wisatawan domestik dan asing saat ini adalah Gili Trawangan. Berkembangnya suatu destinasi memang menjadi satu capaian yang harus di apresiasi, namun di sisi lain keberhasilan tersebut perlu di waspadai. Azhar (2013) dalam penelitiannya di Desa Ungasan Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung menemukan bahwa justru di balik kesuksesan membangun pariwisata di desa tersebut justru menyisakan sisi gelap pembangunan, yaitu termarjinalkannya masyarakat lokal desa tersebut khususnya dalam kepemilikan dan hak katas tanah. Dalam penelitian ini penulis ingin mengidentifikasi fenomena pelemahan ruang hidup masyarakat lokal akibat perkembangan pariwisata di Gili Trawangan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi, yaitu melihat fenomena dan realitas yang tampak, kemudian mengkaji penjelasan atau makna yang terkandung di dalamnya dengan mengumpulkan fakta empirik di lapangan (Kahija, 2017). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa memang benar terjadi pelemahan ruang hidup masyarakat lokal akibat perkembangan pariwisata di Gili Trawangan. Pelemahan ruang hidup masyarakat lokal disini terjadi karena faktor langsung dan tidak langsung. Faktor langsung yang di maksud seperti pelemahan secara sosial dan ekonomi, sedangkan faktor tidak langsung adalah akibat kebijakan pemerintah yang paradoksal. Di satu sisi pariwisata dengan segala dinamikanya di harapkan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat lokal, namun di sisi lain kebijakan tersebut justru berdampak terhadap pelemahan terhadap penguasaan tanah atau ruang hidup masyarakat lokal di Gili Trawangan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi, yaitu melihat fenomena dan realitas yang tampak, kemudian mengkaji penjelasan atau makna yang terkandung di dalamnya dengan mengumpulkan fakta empirik di lapangan [2]. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa memang benar terjadi pelemahan ruang hidup masyarakat lokal akibat perkembangan pariwisata di Gili Trawangan. Pelemahan ruang hidup masyarakat lokal disini terjadi karena faktor langsung dan tidak langsung. Faktor langsung yang di maksud seperti pelemahan secara sosial dan ekonomi, sedangkan faktor tidak langsung adalah akibat kebijakan pemerintah yang paradoksal. Di satu sisi pariwisata dengan segala dinamikanya di harapkan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat lokal, namun di sisi lain kebijakan tersebut justru berdampak terhadap pelemahan penguasaan tanah atau ruang hidup masyarakat lokal di Gili Trawangan.
Analisis Kesiapan Kebijakan Tata Ruang Kota Palu dalam Mendukung Agenda SDG 11 (Kota Berkelanjutan) Herman, Sitti Rabiatul Wahdaniyah; Takwim, Supriadi; Putri Abdi, Azizah; Rasdiana; Wahyuningsih, Tri
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v4i1.49

Abstract

This study aims to analyze the readiness of spatial planning policies in Palu City in supporting the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 11, which emphasizes the development of inclusive, safe, resilient, and sustainable cities and human settlements. As a disaster-prone area, Palu City has experienced significant spatial pressures, particularly in the aftermath of the 2018 earthquake, tsunami, and liquefaction events. Utilizing a qualitative descriptive approach and secondary data analysis, this study evaluates spatial planning documents such as the Regional Spatial Plan (RTRW), the Detailed Spatial Plan (RDTR), and the Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD) of Palu City for the periods 2016–2021 and 2021–2026. The assessment is based on the alignment of these policies with the key indicators of SDG 11, including the provision of adequate housing, green open spaces, sustainable transportation systems, and disaster risk mitigation. The analysis shows that while SDG 11 principles are reflected in planning documents, their implementation remains limited.. Major challenges include the lack of integrated spatial data, weak inter-agency coordination, and limited community participation in the planning process. Therefore, institutional strengthening, improvements in geospatial data quality, and the mainstreaming of sustainability principles across all sectoral policies are urgently needed. This research contributes to the understanding of the nexus between spatial planning and sustainable development in disaster-prone cities and serves as a reference for future policy improvement.
Tipologi Kecamatan di Kota Palu Berdasarkan Karakteristik Demografi dan Ketersediaan Fasilitas Pelayanan Dasar Menggunakan Algoritma K-Means Clustering: Typology of Sub-districts in Palu Based on Demographic Characteristics and Availability of Basic Service Facilities Using the K-Means Clustering Algorithm Rasdiana; Yan Radhinal; Hadid, Adina Khusnudzan; Tri Wahyuningsih; Nini Rahayu Nur
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9267

Abstract

Penelitian ini menganalisis tipologi kecamatan di Kota Palu berdasarkan karakteristik demografi dan ketersediaan fasilitas pelayanan dasar dengan menggunakan algoritma K-Means Clustering. Perubahan struktur ruang pascabencana 2018 memunculkan ketimpangan distribusi layanan publik, sehingga diperlukan pendekatan berbasis data untuk mengidentifikasi kebutuhan masing-masing wilayah. Data sekunder dari BPS mencakup delapan kecamatan dengan empat variabel utama, yaitu kepadatan penduduk, rasio fasilitas pendidikan, kesehatan, dan peribadatan. Setelah proses normalisasi dan penentuan jumlah klaster optimal menggunakan Elbow Method, diperoleh tiga klaster. Klaster 1 terdiri dari lima kecamatan dengan defisit konsisten pada layanan pendidikan; Klaster 0 mencakup wilayah berpenduduk jarang yang menunjukkan fenomena rasio semu; sedangkan Klaster 2, yakni Palu Timur, merepresentasikan pusat kota padat dengan konsentrasi fasilitas peribadatan tertinggi. Hasil penelitian menegaskan perlunya kebijakan spasial yang diferensial sesuai karakteristik masing-masing klaster.
Kesiapan Infrastruktur Agropolitanisasi dan Dualitas Desa–Kota: Studi Kasus Desa Bora, Kabupaten Sigi: Agropolitanisation Infrastructure Readiness and Rural–Urban Duality: A Case Study of Bora Village, Sigi Regency Basri, Iwan Setiawan; Halim, Muhammad Adhim; Tri Wahyuningsih; Rasdiana A; Wafiqh Zalzabilah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9507

Abstract

Penelitian ini menilai kesiapan infrastruktur agropolitanisasi di Desa Bora, Kabupaten Sigi, dan dualisme desa–kota beserta implikasinya terhadap posisi spasial kawasan dalam sistem wilayah dengan kerangka Central Place Theory (CPT) and Urban–Rural Linkages (URL). Pendekatan evaluatif–deskriptif digunakan dengan skoring Likert 1–5 untuk menyusun Indeks Kesiapan Infrastruktur (IKI) per klaster dan indeks gabungan (tak berbobot). Data (2025) dihimpun melalui observasi, wawancara, dan telaah RTRW/RDTR. Hasil menunjukkan ketimpangan: hulu 2,40, on-farm 2,65, hilir 1,40, sosial–ekonomi 3,45, TIK 2,00, Indeks Gabungan 2,38 (“Tidak Siap”). Dalam bingkai penelitian ini, Bora diposisikan sebagai pusat orde menengah (PKL) yang mengonsolidasikan produksi hinterland dan menyalurkannya ke layanan orde lebih tinggi di Palu. Implikasi penataan perlu selaras dengan RTRW/RDTR dan perlindungan LP2B, agenda operasional pra-CBA meliputi penguatan hulu, pengelolaan air dan mekanisasi on-farm, hilirisasi (UPH/packhouse, gudang, cold storage, market center), penguatan kelembagaan, dan digitalisasi koridor produksi. Keterbatasan studi mencakup tanpa verifikasi citra satelit dan tanpa analisis biaya–manfaat. Riset lanjutan disarankan untuk pemantauan IKI periodik dan integrasi data spasial guna mendukung perencanaan presisi. Studi ini memberikan kerangka indeks kesiapan infrastruktur yang dapat diadaptasi untuk evaluasi agropolitanisasi di wilayah peri-urban lain di Indonesia.
Tinjauan Literatur Sistem Peringatan Fase Hijau: Efisiensi dan Keselamatan pada Simpang Bersinyal Ratnasari Ramlan; Jurair Patunrangi; Ismadarni; Rizki Amaliah; Tri Wahyuningsih
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 4 (2025): Paulus Civil Engineering Journal, Vol.7, No.4
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/x80hc005

Abstract

Signalized intersections are critical components of urban traffic systems. However, inefficiencies caused by start-up lost time (SULT) and increased accident risks remain major challenges. Green Phase Warning Systems (GPWS) have emerged as an Intelligent Transportation System (ITS) innovation to reduce SULT and improve traffic safety. This paper presents a literature review of GPWS research published from 2010 to 2025. Findings show that GPWS reduces driver reaction time by 15–25%, increases intersection throughput up to 20%, and decreases rear-end collision risks. However, its effectiveness in heterogeneous traffic contexts, particularly in Indonesia where motorcycles dominate, remains limited. Future studies should focus on adaptive GPWS designs tailored for mixed traffic and explore policy frameworks supporting large-scale adoption.
Implementing the Pancasila Student Profile to Develop Early Childhood Social Skills Gisela Silvaina Algazira; Fachrul Rozie; Evie Palenewen; Tri Wahyuningsih
Indonesian Journal of Early Childhood Educational Research (IJECER) Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/ijecer.v4i1.14987

Abstract

Prolonged exposure to smartphones has caused many children to become dependent on digital devices as a primary source of entertainment. This condition has been linked to a decline in children's social sensitivity and interaction skills. This study aims to analyze the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in enhancing social skills among early childhood learners. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through interviews, observations, and documentation. The data were analyzed using a thematic approach, and the validity of findings was ensured through data triangulation. The results indicate that the integration of the Pancasila Student Profile in classroom activities has positively influenced the development of children's social skills, particularly in peer interactions. These findings suggest that the P5 initiative can serve as a valuable foundation not only for fostering social skills but also for supporting broader aspects of early childhood development. 
Analisis Strategi dan Inovasi Pembelajaran pada Siswa Kelas Tinggi Sekolah Dasar Berdasarkan Studi Literatur Tahun 2022–2026 Madina; Makmun; Tri Wahyuningsih; Taufik Hidayat
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/j6zbb583

Abstract

The rapid advancement of educational technology and the implementation of the Merdeka Curriculum require teachers to apply innovative and student-centered learning strategies, especially for upper elementary school students. This study aims to analyze learning strategies and innovations implemented in upper elementary education based on literature published from 2022 to 2026. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) method using the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. Data were obtained from articles indexed in Google Scholar, Garuda, Sinta, and DOAJ. Ten selected articles were analyzed through a narrative synthesis approach. The findings indicated that the most widely applied strategies included Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), Inquiry Learning, Cooperative Learning, Differentiated Learning, and Deep Learning. Learning innovations involved the use of digital media, instructional videos, educational games, and interactive multimedia. These strategies positively influenced students’ learning outcomes, motivation, critical thinking, creativity, communication, and collaboration skills. Their successful implementation was supported by teacher competence, adequate learning resources, school support, and effective technology integration. However, infrastructure limitations, low digital literacy, and time constraints remained significant challenges. Overall, innovative and active learning strategies play an important role in improving the quality of learning in upper elementary schools.