Penelitian ini merupakan kajian interpretasi yang menganalisis jenis-jenis rendisi yang diterapkan dalam pertunjukan wayang kulit Bali berjudul The Ambrosia of Immortality. Artikel ini mengkaji jenis-jenis rendisi yang melibatkan dua bahasa, yaitu Bahasa Kawi sebagai bahasa sumber dan Bahasa Inggris sebagai bahasa target. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis rendisi dalam pertunjukan wayang kulit Bali yang sejalan dengan teori rendisi serta untuk memahami implikasi yang ditimbulkan dari proses terjemahan, baik secara eksplisit maupun implisit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber terkait interpretasi serta melakukan observasi dari bahasa sumber ke bahasa target melalui media video. Untuk menjamin validitas data, dilakukan observasi tidak langsung dengan menganalisis pertunjukan wayang melalui video. Sebagai alat analisis, teori interpretasi yang diperkuat dengan teori rendisi digunakan sebagai landasan teoritis, sedangkan klasifikasi lintas-koordinasi dipakai untuk menjelaskan implikasi dari berbagai jenis rendisi yang diidentifikasi. Penelitian ini menemukan dua fokus utama: pertama, jenis-jenis rendisi yang diterapkan dalam pertunjukan wayang, dan kedua, implikasi dari penerapan jenis rendisi tersebut. Hasil studi ini mengungkapkan jenis rendisi yang diperluas oleh penerjemah, serta menunjukkan bahwa salah satu implikasi penerapan rendisi ini adalah penggunaan koordinasi implisit oleh penerjemah dari ujaran bahasa sumber ke ujaran bahasa target
Copyrights © 2024