Keluarga merupakan lembaga terkecil dalam masyarakat yang menjadi ruang untuk bersosialisasi dan mendapatkan nilai serta norma. Keluarga menjadi benteng pertama untuk menghadapi permasalahan sosial. Ketidakberfungsian dan ketidakberlangsungan keluarga akan berimplikasi pada masalah sosial yang luas di masyarakat. Maka dari itu penting untuk memperkuat ketahanan keluarga dengan menyiapkan keluarga dalam menghadapi tantangan, masalah dan ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar keluarga. Selama ini program untuk mengurangi angka perceraian hanya dilakukan oleh pihak KUA saja padahal di sejumlah kota di Jawa Timur telah menempatkan penyelesaian masalah rumah tangga di tingkat desa melalui kehadiran PKK. Penting kiranya untuk membekali kader PKK mengenai ketahanan keluarga untuk mencegah terjadinya perceraian dan meningkatkan ketahanan keluarga khususnya di Desa Tejoasri Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah PRA (Participatory Rural Appraisal) dimana melibatkan peran serta masyarakat atau mitra sasaran mulai dari perencanaan hingga tahap evaluasi. Dalam pelaksanaannya, tim pengabdi melakukan pelatihan dan FGD dengan kader PKK. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yakni kader PKK dapat memahami pentingnya penguatan ketahanan keluarga dan cara penyelesaian dalam rumah tangga. Selain itu, dari hasil pelatihan dan FGD menghasilkan rumusan tentang tantangan, program dan strategi dalam penguatan ketahanan keluarga di Desa Tejoasri Kabupaten Lamongan.
Copyrights © 2025