Konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 dari truk angkut (Haul Truck) di operasi tambang terbuka merupakan masalah penting yang mempengaruhi efisiensi energi dan dampak lingkungan sektor pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 truk angkut dalam kondisi operasional aktual di tambang terbuka, dengan fokus pada pengaruh kondisi jalan tambang, termasuk lebar jalan, tikungan, dan kemiringan. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data empiris dari operasi truk angkut di tambang terbuka, termasuk spesifikasi truk, karakteristik jalan, dan variabel operasional. Data dianalisis dengan membandingkan kinerja bahan bakar truk terhadap jalan tambang pada tikungan dan mengevaluasi dampak kondisi jalan terhadap emisi CO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalan tambang dengan radius tikungan yang lebih kecil 15,30 m mengkonsumsi bahan bakar sebesar 100 liter/jam dan emisi CO2 sebesar 268 Kg CO2/liter, sedangkan pada radius tikungan yang lebar 32,03 m mengkonsumsi bahan bakar sebesar 50 liter/jam dan emisi CO2 sebesar 134 Kg CO2/liter menyebabkan peningkatan signifikan pada konsumsi bahan bakar dan emisi CO2. Kondisi operasional ini memaksa truk untuk melakukan akselerasi dan deselerasi berulang kali, yang mengurangi efisiensi energi. Penelitian ini menyarankan optimalisasi desain jalan tambang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Implikasi dari penelitian ini penting bagi industri tambang, karena dengan perbaikan desain infrastruktur jalan tambang, operator dapat mengurangi konsumsi energi dan berkontribusi pada pencapaian target keberlanjutan.
Copyrights © 2024