Penelitian ini mengkaji fenomena budaya dan bahasa yang saling berkaitan dan mempengaruhi. Kesenian reyog Ponorogo merupakan salah satu budaya yang menjadi identitas kabupaten Ponorogo di mana di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur. Pementasan reyog Ponorogo memiliki beberapa pemain atau paraga diantaranya pembarong, warok, bujangganong, jathil, dan kelana sewandana. Setiap paraga memiliki ciri masing-masing baik dari atribut maupun gerakannya. Penyebutan atribut dan gerakan tersebut menggunakan istilah khusus yang sebagian besar hanya dimengerti oleh lapisan masyarakat tertentu saja. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui (1) Klasifikasi dan pendeskripsian leksikon secara leksikal dalam kesenian reyog Ponorogo, dan (2) Cerminan kearifal lokal dalam makna kultural pada kesenian reyog Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif etnolinguistik terkait fenomena kebahasaan yang ada pada kesenian reyog Ponorogo. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam kepada pemain, tokoh masyarakat, serta sejarawan yang berkecimpung dalam kesenian reyog Ponorogo. Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan leksikon-leksikon khas beserta pemaknaannya pada kesenian reyog Ponorogo yang mencakup paraga pemain, atribut, dan gerakan, ubarampe piranti dalam pertunjukan, dan iringan.
Copyrights © 2025