Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan penanda dan petanda (Semiotika Ferdinand de Saussure) dalam tradisi Angngaru pada suku Makassar. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa naskah atau teks Angngaru serta hasil wawancara dari beberapa narasumber. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, teknik baca dan teknik mencatat. Analisis data dilakukan dengan menelaah dan menganalisis naskah atau teks yang telah diperoleh dari beberapa narasumber dan kemudian dikaji dengan kajian semiotika Ferdinand de Saussure. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Angngaru merupakan satu dari banyaknya tradisi dalam masyarakat suku Makassar yang hingga saat ini masih dipertahankan dan dilestarikan sebagai sebuah bentuk merawat dan menjaga suatu kebudayaan. Sebagai folklor lisan dan sastra lisan, Angngaru melambangkan kesetiaan seorang prajurit kepada rajanya yang disampaikan dalam bentuk sumpah atau ikrar dan disaksikan oleh banyak orang. Pada era sekarang eksistensi tradisi Angngaru dalam masyarakat suku Makassar lebih mengarah pada persembahan pertunjukkan sebagai bentuk rasa hormat pada tamu-tamu tertentu di suatu upacara adat, pesta pernikahan dan pementasan seni yang dilakukan dalam waktu tertentu.
Copyrights © 2022