Latar belakang penelitian ini berfokus pada analisis wacana terorisme dan peran simbolisasi dalam membentuk makna serta persepsi publik. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan konstruksi struktur makna simbolik dalam wacana terorisme. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis, yang memungkinkan peneliti mengeksplorasi dimensi sosial dan kultural dalam bahasa. Data penelitian diambil dari berita terorisme yang dipublikasikan di media online Okezone.com, yang dipilih karena mencerminkan narasi terorisme yang umum diakses masyarakat. Dalam analisis wacana, teori Pierre Bourdieu diterapkan untuk memahami bahasa sebagai bentuk kekerasan simbolik, yang terbagi menjadi dua mekanisme: efek dehumanisasi dan mekanisme sensorisasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa makna simbolik dalam wacana terorisme terdiri dari rangkaian ide dan kekuasaan yang terrepresentasi dalam pola-pola tertentu. Konfigurasi bentuk simbolisasi yang teridentifikasi memperlihatkan bagaimana simbol-simbol tersebut membentuk persepsi publik dan memberikan legitimasi terhadap tindakan teroris. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa wacana terorisme tidak hanya mencerminkan realitas, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk pandangan dan sikap masyarakat. Implikasi dari penelitian ini penting untuk memahami bagaimana media dan bahasa berkontribusi dalam menciptakan makna sosial, serta perlunya pendekatan kritis dalam mengevaluasi berita terkait terorisme. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam kajian wacana dan pemahaman terhadap fenomena terorisme.
Copyrights © 2024