Smart city adalah konsep penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan kualitas hidup warga dan meningkatkan kinerja layanan publik. Jurnal ini dibuat bertujuan untuk membandingkan keberhasilan DKI Jakarta dalam menjadi smart city dengan Kota Banda Aceh yang mencoba menjadi smart city akan tetapi masih banyak penghambat Kota Banda Aceh untuk menjadi smart city, terutama dalam pengelolaan sumber daya, baik itu sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya ekonomi. Tujuan peneliti melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan implementasi smart city di kedua kota dengan melihat indikator dari smart city. Metode penelitian yang peneliti lakukan adalah menggunakan metode penelitian. DKI Jakarta tergolong telah berhasil dalam menjalankan konsep dari smart city sedangkan Banda Aceh masih tertinggal dari Jakarta yang di mana indikator dari smart city masih belum sepenuhnya tercapai. Padahal Kota Banda Aceh dan Jakarta keduanya memiliki status otonomi khusus, memberikan kewenangan tambahan dalam mengatur urusan daerah. Meskipun demikian, Banda Aceh tertinggal dalam hal mobilitas penduduk dan sarana prasarana dibandingkan dengan Jakarta, yang merupakan ibu kota dan pusat kegiatan ekonomi, bisnis, dan pemerintahan negara. Konsep smart city mencakup enam bagian: Smart Government, Smart Mobility, Smart Living, Smart Economy, Smart People, dan Smart Environment. Banda Aceh dan Jakarta telah mengimplementasikan proyek dan inisiatif untuk mewujudkan visi smart city, dengan Jakarta memiliki perkembangan yang lebih maju.
Copyrights © 2023