Ditengah masyarakat Indonesia sangat majemuk. Dunia pendidikan, khususnya pondok pesantren sangat diperlukan adanya pendidikan multikultural yang berbasis pada moderasi beragama untuk mencapai tujuan secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berkontribusi untuk mengeksplorasi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan multikultural berbasis moderasi beragama di Pondok Pesantren Al-Quraniyah di Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu, Indonesia. Sumber data penelitian ini adalah pimpinan pondok pesantren, ustad, ustad, ustazah, dan santri. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data melalui ekstraksi data, reduksi data, penyajian hasil, dan penarikan kesimpulan. Results: Hasil penelitian ini berhasil mengungkap beberapa temuan penting. Pertama, multikultural didasarkan pada moderasi beragama. Kedua, implementasi pendidikan multikultural berbasis multikultural berbasis moderasi beragama terjadi melalui dua kegiatan pembelajaran, yaitu kegiatan pembelajaran yang berpedoman pada Al-Qur'an, kitab-kitab pendukung, dan dan kegiatan pembinaan keteladanan melalui prinsip-prinsip ibrah (upaya (upaya mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain), mauidzah (kebaikan), dan takzir (sanksi atau hukuman). Ketiga, evaluasi pendidikan multikultural berbasis moderasi beragama belum menggunakan instrumen tertulis, tetapi berdasarkan musyawarah dan dilakukan secara rutin setiap bulan. Temuan tersebut memberikan kontribusi bahwa pentingnya moderasi beragama sebagai landasan multikulturalisme, serta menekankan pendekatan pembelajaran dan evaluasi yang kolaboratif dan berbasis nilai-nilai keagamaan.
Copyrights © 2025