Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research)
Vol. 38 No. 1 (2015)

KONSUMSI MINYAK GORENG DAN VITAMIN A PADA BEBERAPA KELOMPOK UMUR DI DUA KABUPATEN

Sandjaja Sandjaja (Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik, Badan Litbangkes, Kemenkes RI Jl. Percetakan Negara 29 Jakarta)
Sudikno Sudikno (Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat, Badan Litbangkes, Kemenkes RI, Jl. Percetakan Negara 29 Jakarta)
Idrus Jus’at (Program Studi Ilmu Gizi, FIKES, Universitas Esa Unggul, Jl Arjuna Utara No.9, Kebon Jeruk Jakarta)



Article Info

Publish Date
29 Dec 2015

Abstract

ABSTRACTIndonesia plans to implement mandatory vitamin A fortification of cooking oil. A pilot study of voluntary vitamin A fortification in unbranded cooking oil showed that vitamin A status improved significantly a year afterfortification for five age groups except for children 12-23 months of age. The objective of the study was to measure cooking oil consumption and dietary consumption of vitamin A in children, women of reproductive age(WRA), and lactating mothers. The study was a cross-sectional study in Tasikmalaya and Ciamis, Indonesia, covering 1.594 samples randomly selected of poor households. Cooking oil was collected at household byrecall of usual cooking oil purchase and individual sample by 2x24h recall of food consumption. The results showed that households prefer bought unbranded cooking oil sold in plastic pouch at foodstall (warung) nearbyhome (96.2%), purchased oil every 1-3 days (60.6%), each purchace contained < 250 mL oil (73.9%). The average (mean+SE) cooking oil consumption at household was 27.5+1.0 mL/capita/day. Cooking oilconsumption at individual level on the average was 22.3+0.5 mL/capita/day lower compared to household consumption of oil, varied significantly of 2.4+0.4, 13.3+0.8, 23.0+1.0, 30.5+1.3, 33.5+1.2, 33.1+1.3 mL/day in 6-11, 12-23, 24-59 month old, 6-9 year old, WRA, and lactating mothers respectively. Cooking oil consumptionwas lower in children 6-11 and 12-23 months old which contributed to non-significant improvement of serum vitamin A level particularly in children 12-23 months old but not other groups since they consumed higher intake of cooking oil or still brestfed for children 6-11 month old.Keywords: cooking oil, food consumptionABSTRAKPemerintah Indonesia segera melaksanakan program fortifikasi wajib minyak goreng curah dengan vitamin A. Studi pilot fortifikasi vitamin A sukarela minyak goreng menemukan setelah satu tahun, serum vitamin Ameningkat signifikan pada 5 kelompok umur tetapi tidak signifikan pada kelompok 12-23 bulan. Tulisan ini bertujuan mengetahui tingkat konsumsi minyak goreng dan vitamin A dari makanan yang merupakan faktor penyebab naik atau tidak naiknya status vitamin A pada enam kelompok. Studi potong lintang dilakukan di Tasikmalaya dan Ciamis mencakup total 1.594 subjek anak 6 bulan - 9 tahun, wanita usia subur, dan ibu menyusui dari keluarga miskin. Konsumsi minyak goreng dikumpulkan di tingkat rumah tangga dengan recall frekuensi pembelian dan volume yang dibeli sedangkan tingkat individu dengan recall konsumsi makanan 2x24 jam termasuk makanan yang dimasak dengan minyak goreng. Hasil penelitian sebagian besar (96,2%) membeli minyak goreng curah dalam plastik, dibeli setiap 1-3 hari (70,6%), dengan volume < 250 mL (73,9%). Rerata konsumsi minyak goreng di rumah tangga 27,5+1,0 mL/kapita/hari lebih tinggi dibanding rerata konsumsi di tingkat individu 22,3+0,5 mL/kapita/hari. Konsumsi minyak goreng menurut kelompok umur berbeda signifikan dengan konsumsi untuk anak 6-11 bulan, 12-23 bulan, 24-59 bulan, 5-9 tahun, WUS, dan ibu menyusui masing-masing 2,4+0,4, 13,3+0,8, 23,0+1,0, 30,5+1,3, 33,5+1,2, 33,1+1,3 mL/hari. Kesimpulan penelitian konsumsi minyak goreng paling rendah pada anak 6-11 dan 12-23 bulan dibanding kelompoklainnya, yang memberi kontribusi tidak naiknya serum vitamin A pada kelompok 12-23 bulan, dibanding anak 6-11 bulan yang masih mendapat vitamin A dari ASI ataupun kelompok lainnya karena konsumsi minyak goreng yang jauh lebih tinggi. [Penel Gizi Makan 2015, 38(1): 1-10]Kata kunci: minyak goreng, konsumsi makanan

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

pgm

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health Social Sciences

Description

Focus and Scope Penelitian Gizi dan Makanan is a journal developed to disseminate and discuss the scientific literature and other research on the development of health in the field of food and nutrition. This journal is intended as a medium for communication among stake holders on health research ...