Artikel ini membahas tentang prasangka sosial yang muncul di antara kelompok masyarakat terhadap penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Tampara, Kecamatan Kaledupa Selatan, Kabupaten Wakatobi. Fokus pembahasan adalah pada persepsi negatif terhadap pelaksanaan program PKH oleh sebagian masyarakat yang merasa tidak terakomodir. Latar belakang prasangka ini muncul karena persepsi warga yang tidak mendukung kepala desa terpilih pada Pilkades 2019, sehingga PKH digunakan sebagai bentuk politik balas budi. Artikel ini juga mengeksplorasi bagaimana prasangka sosial terbentuk dan dampaknya terhadap fragmentasi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Selain itu analisis berfokus pada kategori sosial dan pembentukan prasangka berdasarkan stereotip dan dinamika kekuasaan.
Copyrights © 2023