Penelitian ini berfokus pada bagaimana generasi muda di Kelurahan Mandati 1, Wangi-Wangi Selatan, Wakatobi, menjalani kehidupan mereka di dunia game online. Menggunakan teori dramaturgi dari Erving Goffman, penelitian ini menggali cara para pemain membangun dan memainkan peran mereka, baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Pendekatan yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Temuan penelitian ini mengungkap bahwa game online tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga alat bagi generasi muda untuk mengekspresikan identitas sosial mereka. Dalam bermain, mereka menampilkan peran yang berbeda antara "panggung depan" dan "panggung belakang" tergantung pada situasi. Meskipun game online dapat meningkatkan keterampilan sosial dan kreativitas, ada juga sisi negatif seperti kecanduan dan penggunaan bahasa kasar. Penelitian ini memberikan perspektif baru tentang dinamika sosial dalam interaksi virtual di kalangan generasi muda.
Copyrights © 2024