Dalam penelitian terkait dermatologi baik penelitian klinis atau pun penelitian bahan kosmetika kulit, petunjuk visual warna kulit merupakan faktor utama untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan untuk melakukan penilaian untuk keadaan kulit dalam suatu rangkaian diagnosa atau pengobatan. Saat ini, terdapat dua jenis spektrofotometer reflektansi kulit telah digunakan untuk menentukan warna kulit: Tristimulus Reflectance Colorimeter seperti Chromameter Minolta (menggunakan standar Commission Internationale de lâEclairage (CIE)) dan Narrowband Reflectance Spectrophotometer seperti Mexameter (menggunakan indeks erythematic dan melanin). Namun, instrumen ini mahal dan tidak nyaman untuk penggunaan klinis, sehingga diperlukan alternatif peralatan pengukur warna kulit yang lebih murah. Salah satu solusinya adalah menggunakan fotometer. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian sebelumnya yang telah berhasil mendapatkan model perhitungan purwarupa alat optik fotometer, yang menggunakan pemodelan persamaan (curve fit) dan partial least square (PLS). Hasil analisis komponen utamanya telah mendapatkan kombinasi lampu light emitting diodes yang hasilnya mirip dengan pola hasil pengukuran menggunakan chromameter yaitu LED berwarna merah, biru, dan ungu. LED warna ungu dipilih sebagai komponen Optoelectrics sebagai pendeteksi warna kulit yang diuji, kemudian dihubungkan dengan mikrokontroler ATMega sebagai kontroler kemudian hasil nilai warna kulit yang didapat ditampilkan melalui LCD (Liquid Crystal Display). Perangkat optoelektrik dengan konfigurasi tersebut, menghasilkan fotometer pendeteksi warna kulit yang murah namun hampir setara dengan chromameter. Dari hasil yang didapat, dengan mengubah kecerahan menjadi tegangan melalui fotodioda LDR perbedaan nilai kecerahan warna kulit dapat dibedakan dengan jelas, sehingga fotometer berpotensi untuk dijadikan alat pengukur perubahan kecerahan warna kulit dalam keadaaan cahaya normal pada manusia.
Copyrights © 2017