Pendahuluan: Merokok merupakan salah satu kegiatan buruk yang tidak asing lagi. Dengan berkembangnya zaman gaya hidup masyarakat sudah mulai berganti dari rokok konvensional beralih ke rokok elektrik. Dampak rokok elektrik dapat secara sigifikan menaikan kadar HbCO yang mengakibatkan darah menjadi kental dan lebih pekat, HbCO yang tinggi dalam tubuh menyebabkan kadar haemoglobin meningkat dan mampu menyebabkan defisiensi zat besi. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemeriksaan kadar haemoglobin dan indeks eritrosit (MCV, MCH, MCHC) pada komunitas perokok elektrik di kabupaten Ponorogo. Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh perokok elektrik pada komunitas perokok elektrik di kabupaten ponorogo sebanyak 25 orang. Teknik pengambilan sampel dengan non probability dengan total sampling yaitu cara mengambil seluruh anggota populasi sebagai responden. Hasil : Berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil kadar haemoglobin 1 responden tinggi, 16 responden normal, dan 8 responden rendah. Kadar MCV (Mean Corpuscular Volume) 7 responden normal dan 18 responden rendah. Kadar MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin) 1 responden tinggi, 8 responden normal, dan 16 responden rendah. Kadar MCHC (Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration) 11 responden tinggi, 6 responden normal, dan 8 responden rendah. Kesimpulan : Kesimpulan penelitian ini didapatkan sebagian besar responden kadar hemoglobinnya normal, kadar MCV sebagian besar rendah, kadar MCH sebagian besar rendah dan kadar MCHC hampr separuh tinggi
Copyrights © 2025