Tujuan penelitian ini adalah untuk memotret perlakuan akuntansi aset biologis berdasarkan pendekatan pengakuan, pengukuran dan penyajian pada kelompok tani dan membandingkannya dengan aturan akuntansi aset biologis yang terdapat dalam IAS 41 dan PSAK 69 Agrikultur. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif. Data penelitian melalui observasi dan wawancara diolah menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan akuntansi terhadap aset biologis kelompok tani Terbit Baru Dan Kelompok Tani Ps4 Abdi Laboratus di Kupang-NTT belum bersesuaian dengan aturan yang tertera pada IAS 41 dan PSAK 69 Agrikultur. Kelompok tani belum memahami tentang aset biologis, belum melakukan pencatatan transaksi, belum tahu dasar penentuan harga aset biologis hingga belum mampu memisahkan antara uang pribadi dengan uang usaha dalam penggunaannya. Pelaku kelompok tani menyadari pentingnya pemberlakuan akuntansi aset biologis namun keterbatasan sumber daya manusia menjadi alasan utama belum diterapkannya akuntansi aset biologis di kelompok tani berdasarkan IAS 41 dan PSAK 69.
Copyrights © 2022