Kepatuhan masyarakat Wasur dalam menerapkan protokol Kesehatan masih rendah, termasuk tidak menggunakan masker dan menjaga jarak di tempat umum. Terkait penyebabnya ada masyarakat yang telah terpengaruh oleh berita-berita hoax yang muncul saat awal terjadinya pandemi. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang persepsi masyarakat terhadap COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Wasur terhadap Covid-19. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif yang disajikan secara deskriptif melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah untuk mendapatkan gambaran tentang persepsi masyarakat terhadap COVID-19 di Wasur. Informan penelitian adalah ketua adat, kepala kampung, kepala puskesmas, petugas puskesmas, dan perwakilan masyarakat. Pengumpulan data dari informan dilakukan melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Wasur Merauke terhadap Covid-19 bervariasi. Meskipun sebagian besar masyarakat memiliki pemahaman serius mengenai virus ini dan telah mengambil langkah-langkah pencegahan yang dianjurkan, terdapat variasi dalam tingkat kepatuhan dan keyakinan terhadap protokol kesehatan dan vaksinasi. Solidaritas, kerja sama, dan adaptasi terhadap perubahan menjadi aspek kunci dalam menghadapi dampak sosial dan ekonomi. Terdapat juga kelompok yang meragukan Covid-19. Budaya dan adat istiadat juga berperan dalam membentuk persepsi masyarakat, sehingga pendekatan yang menghormati nilai-nilai budaya lokal akan mendukung upaya edukasi. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa masyarakat Wasur memiliki pemahaman dan persepsi yang beragam tentang Covid-19. Faktor budaya memainkan peran penting dalam mempengaruhi persepsi masyarakat Wasur terhadap Covid-19.
Copyrights © 2023