Stunting merupakan persoalan gizi yang akan berakibat pada keadaan sosial dan perekonomian dalam masyarakat. Tahun 2019 Provinsi Sulawesi Tengah prevalensi stunting (21,4%) untuk Kota Palu (17%). Penyebab stunting adalah faktor gizi yang buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita, terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan sebelum melahirkan, setelah lahir, kurangnya akses kepada makanan bergizi dan kekurangan pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkaN (Hamzah, 2022). Kondisi ini turut menjadi persoalan bagi para penyintas bencana yang tinggal di hunian korban bencana, dimana meraka hidup dengan segala keterbatasan, dimana Provinsi Tengah sebagai Provinsi khususnya Kota Palu merupakan daerah rawan bencana. Kejadian gempa bumi, tsunami dan liquifaksi yang terjadi pada tanggal 28 September 2018 meninggalkan luka yang mendalam pada korban yang masih hidup. Sampai membutuhkan hunian sementara untuk 23.413 kepala keluarga. Permasalahan para penyintas bencana belum sepenuhnya selesai, sementara masalah kekurangan gizi khususnya stunting juga membutuhkan penanganan. Berdasarkan salah satu penelitian mendapatkan data bahwa ada peningkatan jumlah anak dengan gizi buruk dan gizi kurang setelah bencana dan ada penurunan jumlah anak yang gizi baik.
Copyrights © 2024