Penelitian ini menganalisis penggunaan media sosial sebagai sarana praktik muhadatsah oleh mahasiswa Sastra Arab. Melalui pendekatan campuran, ditemukan bahwa platform seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab. Mayoritas mahasiswa menggunakan media sosial secara aktif, dengan intensitas yang berkorelasi positif terhadap kemampuan berbicara, khususnya aspek kelancaran. Meskipun demikian, efektivitas praktik dipengaruhi oleh strategi penggunaan, dukungan pembelajaran formal, dan kendala seperti rasa tidak percaya diri serta keterbatasan kosakata. Media sosial terbukti berpotensi mendukung pembelajaran muhadatsah secara fleksibel dan menarik jika dimanfaatkan secara terarah.
Copyrights © 2025