Inferioritas telah menjadi sebuah fenomena yang sedang marak berkembang dan menjadi masalah umum pada kebanyakan remaja namun minim disadari. Setiap individu pasti memiliki perasaan inferioritas / rendah diri walau dalam tingkat yang berbeda beda. Perasaan inferioritas ini terjadi karena adanya ketertinggalan siswa akan pelajaran yang menyebabkan siswa menjadi merasa rendah diri terhadap perbedaan dengan teman-nya. Peran guru BK akan sangat berpengaruh dalam kehidupan siswa tergantung dari bagaimana cara individu tersebut mengelola perasaan inferioritas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara yang menunjukkan bahwa siswa mengalami perasaan inferioritas akibat ada masalah pada dirinya yang menyebabkan anak tertinggal dalam pelajaran dan tidak mampu mengejar ketertinggalan yang di alaminya.
Copyrights © 2024