Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman masyarakat terhadap hadis-hadis tentang toleransi beragama dan mengkaji dampak pemahaman tersebut terhadap praktik toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, melibatkan wawancara mendalam dengan tokoh agama, akademisi, dan masyarakat umum sebagai partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis yang mengajarkan toleransi, seperti yang terlihat dalam Piagam Madinah dan riwayat Nabi Muhammad SAW, telah membentuk sikap inklusif dan empati dalam interaksi sosial masyarakat. Ayat-ayat Al-Qur'an seperti QS. Al-Kafirun [109]: 6 dan QS. An-Nahl [16]: 125 mendukung prinsip toleransi dan mengajarkan dakwah dengan cara bijaksana dan penuh penghargaan. Kendati demikian, masih terdapat hambatan berupa pandangan sempit yang menganggap toleransi sebagai kelemahan dalam beragama, yang menunjukkan perlunya pendekatan pendidikan agama yang menekankan inklusivitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman yang mendalam terhadap hadis-hadis tentang toleransi beragama dapat mendorong perdamaian dan hubungan harmonis antarumat beragama. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi penting dalam pembentukan masyarakat yang lebih toleran dan damai, serta menjadi referensi bagi pendidikan agama yang lebih inklusif.
Copyrights © 2024