Banyak anak dari keluarga kurang mampu yang tidak memperoleh akses pendidikan yang memadai. Program Kelas Merdeka yang dijalankan oleh Komunitas Save Street Child Surabaya menawarkan pendidikan alternatif bagi anak-anak marginal, menggabungkan aspek akademis dan pelatihan keterampilan untuk membentuk kemandirian. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi yang diterapkan mentor di Kelas Merdeka dalam membangun sikap mandiri, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan lima mentor di beberapa lokasi Kelas Merdeka di Surabaya. Fokus penelitian meliputi strategi pengembangan kemandirian dalam berpikir, belajar, dan bersikap. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi mentor umumnya konsisten dan saling berkaitan, yang dapat dikategorikan dalam pendekatan Zona Perkembangan Proksimal (ZPD) untuk kelas seperti menari, komputer, fotografi, dan mewarnai, serta pendekatan Scaffolding untuk kelas karate. Strategi ini dilaksanakan dalam tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Faktor pendorong mencakup antusiasme anak, kondisi ekonomi, dan karakteristik unik mereka, sementara kendala utamanya adalah keterbatasan fasilitas, kestabilan kelas, dan kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Program ini secara keseluruhan sesuai dengan teori konstruktivisme Vygotsky.
Copyrights © 2024